Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Puasa

Share dan Tag Temanmu di :

Perubahan kebiasaan makan pada saat puasa menjadi 2 kali sehari, yaitu pada sahur dan berbuka sering menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan, salah satunya sakit kepala. Mengetahui penyebab dan cara mengatasi sakit kepala saat puasa merupakan hal yang penting untuk membantu meredakan sakit kepala agar Anda bisa menjalankan puasa dengan lancar dan nyaman. 

Mengetahui Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Puasa


Penyebab sakit kepala saat puasa pada setiap orang berbeda. Hal ini tergantung pada kondisi fisik dan seberapa parah sakit kepala yang dialami. Berikut ini merupakan beberapa faktor penyebab sakit kepala saat puasa yang harus diketahui :

Peningkatan asam lambung

Asam lambung yang meningkat dapat memicu timbulnya sakit kepala. Jika Anda termasuk salah satu penderita maag, maka perlu mengatur pola makan dengan mengonsimsi makanan tinggi serat. Jika diperlukan, Anda bisa mengonsumsi obat asam lambung yang telah diresepkan oleh dokter untuk membantu menetralisir asam lambung yang naik. 

Kurang cairan

Tidak makan dan minum selama sehari berpuasan bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Risiko dehidrasi dapat menjadi semakin parah jika bekerja di luar ruangan dan dibawah terik matahari. 

Dalam kondisi tersebut cairan yang keluar dalam bentuk keringan akan lebih banyak, sehingga menyebabkan cadangan cairan tubuh berkurang. Hal ini bisa menyebabkan tubuh terasa lemas dan kepala terasa pusing. Bahkan dalam kondisi dehidrasi berat, Anda bisa kehilangan kesadaran. Maka dari itu, disarankan untuk minum air putih dengan cukup pada saat sahur dan berbuka puasa.

Gula darah rendah atau hipoglikemia

Kurangnya asupan makanan selama berpuasa dapat menyebabkan gula darah menurun. Terlebih lagi jika Anda mengidap penyakit diabetes melitus atau kencing manis, maka Anda rentan mengalami gangguan kadar gula darah.

Maka dari itu, mengatur pola makan saat sahur dan berbuka harus dilakukan dengan cermat. Jika Anda menderita penyakit diabetes, maka konsultasikan dengan dokter dan ahli gizi mengenai penggunaan obat diabetes dan jumlah asupan makanan yang baik untuk dikonsumsi. 

Ketika mengalami sakit kepala, mengonsumsi obat sakit kepala mungkin menjadi solusi yang efektif. Namun, bagaimana dengan puasa yang sedang dijalankan ? Adakah cara lain yang efektif untuk mengatasi sakit kepala saat puasa ?

Sakit kepala yang timbul saat puasa tentu akan sangat mengganggu. Namun, tidak perlu khawatir. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi sakit kepala saat puasa, diantaranya yaitu :

  • Kompres dingin

Menurut dokter saraf dari Michigan Headache Clinik, dr Edmud Messina, kompres dingin bisa membantu meredakan peradangan sarad atua pembuluh darah dalam otak. Untuk mendapatkan manfaatnya, siapkan es batu yang telah dibungkus dengan kain lembut. Tempelkan kompres dingin tersebut dibagian kepala yang sakit. 

  • Pijat

Salah satu patofisiologi sakit kepala karena tegangnya otot daerah kepala. Pijatan ringan diharapkan dapat membantu mengurangi ketegangan dan mengurangi nyeri kepala yang terjadi. Mulailah dengan membuat gerakan melingkar dengan jari, dari kedua tulang pipi. Kemudian perlahan geser jari semakin ke atas, yaitu di sisi luar kedua mata. Teruskan gerakan ini sampai jari-jari Anda bertemu dibagian tengah dahi. 

  • Hindari cahaya yang terlalu silau

Cahaya yang berasal dari komputer atau jendela yang terlalu silau bisa membuat mata lelah, sehingga kepala akan menjadi semakin sakit. Maka dari itu, alangkah baiknya hindari cahaya yang terlalu silau untuk mencegah dan mengatasi sakit kepala. Anda bisa menutup tirai atau menurunkan pengaturan cahaya di layar komputer atau smartphone Anda. 

  • Aromaterapi

Cara mengatasi sakit kepala saat puasa yang terakhir adalah dengan memanfaatkan aromaterapi. Ketika sakit kepala menyerang, maka cobalah untuk rileks dan mencium bau-bauan yang menyegarkan. Mencium bunga yang harum, bau tanaman hijau atau bau sabun yang disukai dapat memicu keluarnya hormon endorfin yang salah satu dampaknya dapat menurunkan rasa nyeri.

By Sri Maryati - Kesehatan Rabu, 07 Juni 2017 09:03:01

Related Post :
Manfaat
Kandungan Dan Manfaat Kacang…

Manfaat kacang panjang untuk…

Tips
4 Langkah Mudah untuk…

Untuk menghindari penyakit rematik…

Kesehatan
Olahraga Yang Baik Dilakukan…

Selain minum obat rematik,…

Kesehatan
Benarkah Sering Baca Berita…

Menurut sebuah survei, 65%…

Kewanitaan
Tanda-Tanda Penuaan Dini Pada…

Berikut adalah tanda-tanda penuaan…

Kesehatan
Benarkah Pewarna Cat Rambut…

Benarkah Pewarna Cat Rambut…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Asam urat dan ginjal lemah

    0 Balasan

    Kesehatan

    [7/3, 20:35] iifirly: Malam mas..boleh tanya? [7/3, 20:35] iifirly: Btw...apakah dgn minum qnc ini bdn kita sakit sakit? [7/3, 20:36] iifirly: Sy kan menderita asam urat akut dan lemah ginjal…

  • Keputihan

    1 Balasan

    Kesehatan

    Saya nyeri pinggang dan kadang suka keluar keputihan yg agak coklat samar dan berbentuk cair

  • Usus turun

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apa Ciri - ciri usus turun dan d bagian mana terdapat rasa sakit jika mengalami usus turun

  • anemia

    1 Balasan

    Kesehatan

    permisi, saya sering pusing , mual dan lemas. bahkan terkadang sampai sesak nafas. wajah sayapun sering terlihat pucat. apakah benar saya mengidap penyakit anemia?

  • Bisa kah tuli telinga ringan sembuh dengan jelly gamat...boleh saya minta testimoni nya

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apakah tuli telinga ringan sebelah kiri bisa sembuh dengan jelly gamat gold... Boleh kah saya minta kirim kan testimoni pemakai jelly gamat yg sudah sembuh???


Kesehatan
Kesehatan
Dampak Mengonsumsi Vitamin C dengan Dosis Tinggi

Meskipun vitamin C memilki banyak…

Kesehatan
Ingin Mengganti MSG? Cobalah Penyedap Rasa Alami Ini !

Monosodium glutamat (MSG) atau disebut…

Kirim Pertanyaan
Top