Mengenal Lebih Dekat Kolostomi Dan Komplikasi Yang Dapat Terjadi

Share dan Tag Temanmu di :

Kolostomi adalah salah satu dari pada istilah medis yang mungkin masih kurang di ketahui oleh sebagian besar masyarakat. Namun bagi mereka yang memiliki masalah peradangan usus akut ataupun tidak memiliki anus, prosedur ini bisa menjadi satu-satunya alternatif agar mereka bisa menjalani hidup secara normal. Lalu, apa itu kolostomi? Informasi selengkapnya bisa anda simak dalam informasi berikut ini.


Kolostomi berasal dari bahasa yunani yakni "Colon" yang artinya usus besar dan "-ostomy" yang berarti pembuatan lubang secara bedah. Kolostomi adalah prosedur pembuatan sebuah lubang di dinding abdomen atau saluran pencernaan untuk mengeluarkan feses. Lubang tersebut di namakan dengan stoma dan terhubung ke alat serta kantong kolostomi. Prosedur ini bisa bersifat sementara bahkan permanen.

Pada dasarnya, kolostomi sendiri sangat di rekomendasikan pada pasien yang mengalami masalah kesehatan seperti berikut ini:

1. Imperforata anus atau tidak memiliki anus

Kelainanan ini pada umumnya di ketahui sejak lahir. Hal ini di duga terjadi karena terjadi infeksi saat ibu hamil, yang membuat kontruksi usus ke anus tidak lengkap atau karena mengalami kelainanagenetik.

2. Penyakit peradangan usus akut

Kondisi ini terjadi pada umumnya akibat kotoran yang menumpuk dan menyumbat usus di bagian bawah, sehingga penderitanya tidak bisa BAB. Penumpukan kotoran di usus besar ini selanjutnya akan membuat pembusukan yang pada akhirnya menjadi radang usus. Selain dari pada itu. Pasien dengan penyakit yang mempengaruhi usus besar lainnya, seperti volvulus atau usus melilit, ataupun merka yang mengalami cidera atau trasuma pada usus juga dapat menjalani kolostomi.

3. Hirschsprung

Adalah kelainan bawaan sejak lahir, dimana kondisi saraf di usus besar tidak berjalan dengan normal. Akibatnya, kotoran akan menumpuk di usus bawah karena fungsi saraf yang mendiriong kotoran keluar tidak berjalan. Masalah ini umumnya membuat penderitanya terutama bayi tiidak bisa BAB selama berminggu-minggu, yang pada akhirnya timbul radang usus. Dan bagian usus yang tidak ada persarafannya ini harus di buang melalui operasi.

4. Inkontinesia feses

Adalah kondisi dimana hinlangnya kendali usus atas proses pengluaran limbahhasil proses pencernaan ke luar tubuh melalui dubur. Kolostomi juga dapat di rekomendasikan pada mereka yang mengalami masalah ini. Terlebih jika paien telah mencoba semua pilihan pengobatan, namun masih gagal untuk mengatasinya.

Selain dari pada itu, dalam beberapa kasus kolostomi juga bisa di lakukan sebagai bagian dari prosedur bedah usus yang lebih luas Seperti halnya pengangkatan usus besar akibat kanker. Sehingga lubang pada abdomen perlu di buat untuk mengeluarkan kotoran, agar usus bisa beristirahat dan memulihkannya sendiri.

Kolostomi sendiri pada umumnya bisa bersifat sementara maupun permanen. Pada umumnya, kolostomi yang bersifat sementara adalah pada mereka yang memiliki masalah pada usus besarnya yang pada akhirnya sembuh dan juga beristirahat dengan cukup. Sedangkan kasus kolostomi yang bersifat permanen yaitu apabila jarak usus besar terlalu jauh, di blokir atau tidak berfungsi secara normal.

Nah, setelah prosedur kolostomi selesai di lakukan, maka sebuah plastik yang di sebut dengan kantos kolostomi akan di tempatkan di perut pasien yang memiliki stoma (lubang buatan di perut) untuk menampung kotoran dari dalam usus.

Cara kerja dan jenis-jenis kolostomi

Kolostomi sejatinya tergolong ke dalam beberapa jenis. Namun prinsip dasarnya untuk melubangi dinding abdomen sama. Akan tetapi bagian usus yang di keluarkan melawati dinding abdomen dan teknik untuk mengeluarkannya akan berbeda. Adapun berbagai jenis kolostomi tersebut diantaranya:

  • Kolostomi loop. Jenis ini umumnya di gunakan dalam keadaan gawat darurat, dimana usus tersumbat sepenuhnya. Satu lingkaran usus akan di tarik keluar, kemudian di sayat, dan bagian yang terbuka akan kembali di jahit ke kulit. Prosedur dengan teknik ini umumnya bersifat sementara serta usus masih dalam bagian posterior.
  • Kolostomi double barrel. Teknik ini biasanya di lakukan setelah operasi resesksi usus. Berlawanan dengan kolostiomi loop, usus besar di putus dan pisahkan. Kemudian ke dua ujungnya di keluarkan melalui lubang abdomen.
  • Kolostomi ujung. Pada prosedur ini, hanya ujung proksimal usus yang di keluarkan. Sementara itu, ujung lainnya di tutup (dengan kantong hartmann) atau di angkaty (dengan reaksi abdominoperineal). Secara umum, kolonoskopi di mulai dengan menentukan lokasi lubang abdomen dan stoma. sayatan melingkar akan di buat dengan mengangkat jaringan subkutan untuk menciptakan sayatan cruciatium pada selubung rektus. Selain itu, otot perut juga akan di pisahkan agar dokter dapat menjangkau rongga perut. Tergantung jenis kolostomi yang akan di lakukan, bagian dari usus besar dapat di keluarkan melalui sayatan sebelum usus di jahit agar menmpel pada kulit. Jika kolostomi merupakan bagian dari rangkaian prosedur, biasanya akan di lakukan sebagai prosedur penutup.

Berbagai resiko dan komplikasi kolostomi

Beragam komplikasi ternyata dapat muncul dari prosedur kolostomi. Terlebih karena hasilnya memerlukan perawatan dalam jangka panjang. Adapun berbagai komplikasi yang di maksud di antaranya:

  • Iritasi kulit ringan. Kondisi ini bisa terjadi di dekat lokasi kolostomi karena adanya kontak dengan feses.
  • Berkembangnya hernia parastomal. Kondisi ini merujuk pada menonjolnya isi perut yang berdekatan dengan saluran stoma, yang biasanya di akibatkan oleh melemahnya otot dinding perut. Kondisi tersebut nyatanya terjadi pada sekitar 10-20% dari penderita kolostomi dan biasanya di perbaiki dengan melakukan operasi lain seperti prosedur operasi usus turun.
  • Matinya jaringan pada stoma. Nekrosis atau kematian jaringan adalah tahap awal dari kompliaksi pasca operasi. Kondisi ini dapat terjadi karena kurangnya pasokan darah ke bagian usus yang di keluarkan. Apabbila kondisi ini terjadi, maka revisi kolostomi perlu di lakukan.
  • Ploraps stomal. Ini merupakan komplikasi yang jarang terjadi. Biasanya, saat bagian dari uus keluar dengan sendirinya melalui stoma.
  • Retraksi dan obstruksi stoma. Kondisi ini merupakan komplikasi-kompliaksi yang lebih jarang terjadi dibandingkan yang lainnya.
  • Pendarahan berlebih.
  • Peradangan hingga infeksi luka bedah.
  • Gumpalan darah di pembuluh darah kaki.
  • Emoli paru.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga dengan menyimaknya, anda bisa lebih mengenal dekat kolostomi dan berbagai kompliaksinya yang kemungkinan dapat terjadi.

By Nida Saripah - Kesehatan Kamis, 19 Oktober 2017 11:15:52

Related Post :
Tips
Tips Mendeteksi Keberadaan Kutu…

Tips mendeteksi keberadaan kutu…

Tips
Mudah Lelah Saat Hamil?…

Banyak sekali penyebab mudah…

Ibu Dan Anak
Cara Mengajari Anak Menggosok…

Menggosok gigi merupakan salah…

diet
Mengenal Diet Nordik ala…

Ada banyak jenis diet…

Kesehatan
Ketahui Berbagai Penyebab Kaki…

Berbagai penyebab kaki terasa…

Kesehatan
Ternyata Senyum Juga Menyehatkan…

Tersenyum bisa diartikan sebagai…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Asam urat dan ginjal lemah

    1 Balasan

    Kesehatan

    [7/3, 20:35] iifirly: Malam mas..boleh tanya? [7/3, 20:35] iifirly: Btw...apakah dgn minum qnc ini bdn kita sakit sakit? [7/3, 20:36] iifirly: Sy kan menderita asam urat akut dan lemah ginjal…

  • Keputihan

    1 Balasan

    Kesehatan

    Saya nyeri pinggang dan kadang suka keluar keputihan yg agak coklat samar dan berbentuk cair

  • Usus turun

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apa Ciri - ciri usus turun dan d bagian mana terdapat rasa sakit jika mengalami usus turun

  • anemia

    1 Balasan

    Kesehatan

    permisi, saya sering pusing , mual dan lemas. bahkan terkadang sampai sesak nafas. wajah sayapun sering terlihat pucat. apakah benar saya mengidap penyakit anemia?

  • Bisa kah tuli telinga ringan sembuh dengan jelly gamat...boleh saya minta testimoni nya

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apakah tuli telinga ringan sebelah kiri bisa sembuh dengan jelly gamat gold... Boleh kah saya minta kirim kan testimoni pemakai jelly gamat yg sudah sembuh???


Kesehatan
Dampak Negatif Trigliserida Tinggi Bagi Ibu Hamil

Dampak nehatif trigliserida tinggi bagi…

Kesehatan
Tertarik Melakukan Sedot Lemak? Ini Kriteria Yang Harus Anda Penuhi

Tertarik melakukan sedot lemak? Berikut…

Kesehatan
Inilah Daftar Makanan Sehat Untuk Penderita Vertigo

Selain mengkonsumsi obat dari dokter,…

Kirim Pertanyaan
Top