Bahaya Karbon Monoksida Penyebab Jonghyun SHINee Meninggal

Share dan Tag Temanmu di :

Pada hari Senin (18/12/17) malam, industri hiburan Negeri Ginseng, Korea Selatan dirundung duka karena telah kehilangan salah satu musisi terbainya, Jonghyun yang meninggal akibat keracunan karbon monoksida.  

Salah satu member SHINee tersebut ditemukan tidak sadarkan diri di apartemennya yang terletak di Gangnam-Gu, Chungdam-Dong. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak tertolong.

 

Banyak yang tidak menyangka dengan kabar kematian dari salah satu artis SM Entertaiment tersebut. Terlebih lagi, penyanyi yang memiliki nama lengkap Kim Jonghyun tersebut disebutkan meninggal bunuh diri akibat stress yang dialaminya dengan cara menghirup asap karbon monoksida dari briket yang dibakar dalam penggorengan. Ia disinyalir mengurung diri di ruangan bersama briket tersebut sebagai cara bunuh diri yang biasa dilakukan di Korea. 

Namun, saat ini pihak kepolisian setempat masih mendalami penyebab Jonghyun meninggal dunia. Sejauh ini berat dugaan ia sengaja bunuh diri akibat stres dan tekanan yang dialaminya selama berada di dunia hiburan. Dugaan tersebut berasal dari pengakuan sang kakak yang sempat mendapatkan pesan singkat sebelum Jonghyun dikabarkan meninggal dunia. 

Bunyi pesan tersebut berisi, ”Ini sangat sulit, Tolong relakan aku pergi. Katakan bahwa aku sudah bekerja keras. Ini adalah pesan terakhirku,” tulis 

Lalu, seberapa bahayakah karbon monoksida hingga bisa menyebabkan kematian ?

Karbon monoksida (CO) adalah pencemar udara akibat pembakaran bahan yang mengandung karbon, proses industri, asap rokok, kebakaran hutan dan pembusukan sampah organik. Karbon monoksida dikenal sebagai 'Silent Killer' karena tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, namun berisiko menyebabkan keracunan hingga kematian. 

Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam. Karbon monoksida terbentuk jika terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Meskipun bersifat racun, karbon monoksida memainkan peran yang penting dalam teknologi modern, yaitu merupakan prekursor banyak senyawa karbon. 

Menghirup gas karbon monoksida dalam waktu yang lama dapat menyebabkan keracunan hingga kematian. Kondisi inilah yang dialami oleh Jonghyun. Karbon monoksida yang masuk ke dalam darah dapat menggeser ikatan oksiogen dengan darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan darah menjadi kekurangan oksigen. Sehingga akhirnya aliran oksigen yang berkurang ini dapat mengganggu fungsi berbagai organ tubuh dan menyebabkan keracunan. 


Gejala awal keracunan karbon monoksida umumnya ditandai dengan pusing, mual, hingga sesak napas. Jika seseorang terkena paparan karbon monoksida 1.000 ppm selama beberapa menit, maka orang tersebut akan berkurang kesadarannya atau pingsan. Sedangkan jika lebih lama lagi, maka bisa menyebabkan kematian. 

Jika keracunan gas karbon monoksida tidak segera ditangani dengan tindakan medis, maka kondisi ini bisa sangat berbahaya. Orang dengan kondisi ini mungkin akan mengalami kerusakan otak ireversibel atau bahkan meninggal sebelum ada yang menyadari adanya masalah tersebut. 

Kematian akibat keracunan karbon monoksida tergantung pada derajat dan lamanya pemaparan. Pasalnya, terlalu lama menghirup karbon monoksida akan membuat kerusakan otak permanen. Hal ini kemudian menyebar hingga menyebabkan kerusakan pada jantung dan mungkin menimbulkan komplikasi jantung yang dapat mengancam jiwa hingga berujung kematian. 

Untuk menghindari bahaya karbon monoksida ini, disarankan untuk menghindari paparan gas yang mungkin dihasilkan dari proses pembakaran di sekitar lingkungan Anda, seperti menggunakan masker atau memastikan adanya ventilasi yang cukup saat berada di dalam ruangan. 

Jika pekerjaan Anda memang terhadap paparan proses pembakaran, maka pastikan Anda menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memenuhi standar. Hal ini dapat menghindarkan Anda dari keracunan gas karbon monoksida yang mungkin saja terjadi. 

By Sri Maryati - Kesehatan Rabu, 20 Desember 2017 11:31:36

Related Post :
Kulit
Gejala dan Pemeriksaan Mata…

Gejala dan pemeriksaan mata…

Obat Kimia
Obat Untuk Mengatasi Infeksi…

Obat Untuk Mengatasi Infeksi…

Ibu Dan Anak
Cara Mengobati Luka Bakar…

Cara mengobati luka bakar…

Kewanitaan
Tips Cara Memilih Pembalut…

Cara tips memilih pembalut…

Tips
Tips Jitu Menghilangkan Milia…

tips jitu menghilangkan milia…

Tips
Cara Pencegahan yang Tepat…

Setiap orangtua pasti memiliki…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Asam urat dan ginjal lemah

    0 Balasan

    Kesehatan

    [7/3, 20:35] iifirly: Malam mas..boleh tanya? [7/3, 20:35] iifirly: Btw...apakah dgn minum qnc ini bdn kita sakit sakit? [7/3, 20:36] iifirly: Sy kan menderita asam urat akut dan lemah ginjal…

  • Keputihan

    1 Balasan

    Kesehatan

    Saya nyeri pinggang dan kadang suka keluar keputihan yg agak coklat samar dan berbentuk cair

  • Usus turun

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apa Ciri - ciri usus turun dan d bagian mana terdapat rasa sakit jika mengalami usus turun

  • anemia

    1 Balasan

    Kesehatan

    permisi, saya sering pusing , mual dan lemas. bahkan terkadang sampai sesak nafas. wajah sayapun sering terlihat pucat. apakah benar saya mengidap penyakit anemia?

  • Bisa kah tuli telinga ringan sembuh dengan jelly gamat...boleh saya minta testimoni nya

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apakah tuli telinga ringan sebelah kiri bisa sembuh dengan jelly gamat gold... Boleh kah saya minta kirim kan testimoni pemakai jelly gamat yg sudah sembuh???


Kesehatan
Makanan Sehat untuk Bantu Meringankan Batu Empedu

Selain dengan cara medis, penderita…

Kesehatan
Kesehatan
Jenis-jenis Sayuran Terbaik Untuk Diet

Punya berat badan yang ideal…

Kirim Pertanyaan
Top