Waspada! Ini Bahaya Dibalik Cantiknya Warna Warni Cat Kuku

Share dan Tag Temanmu di :

Selain wajah, kuku termasuk salah satu bagian tubuh yang sering mendapatkan perhatian dari wanita. Cat kuku merupakan salah satu hal yang banyak dipilih untuk mempercantik penampilan kuku mereka. 

Cat kuku atau sering disebut juga kutek biasa digunakan pada kuku tangan atau kaki. Banyaknya warna yang tersedia menjadikan cat kuku cukup banyak digemari dan bisa membuat penampilan kuku terlihat lebih cantik dan indah. Namun, Anda harus hati-hati dalam menggunakan cat kuku ini. Pasalnya ada beberapa bahaya dibalik cantiknya warna warni cat kuku bagi kesehatan. 


Dari bahan-bahan kutek pada umumnya, terdapat 3 bahan yang harus diwaspadai, yaitu formaldehida (formalin), toluena, dan phthalates. Formaldehida rupanya dapat menimbulkan iritasi pada mata, hidung, kerongkongan, dan paru-paru. Selain itu, diketahui juga adanya risiko kanker jika paparan terhadap zat tersebut terjadi dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama. Hampir sama dengan formaldehida, toluena juga dapat menimbulkan iritasi pada mata, tenggorokan, dan paru-paru. 

Sebagian produsen telah mengambil langkah mengganti bahan phthalates, yaitu zat yang diduga berhubungan dengan masalah pada sistem kelenjar endokrin dan peningkatan kasus diabetes pada wanita. 

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Duke University dan Environmental Working Group (EWG), menemukan banyak cat kuku yang beredar di pasaran mengandung trifenil fosfat (TPHP). Kandungan tersebut bisa masuk ke dalam tubuh dalam waktu 10-14 jam. 

Menurut ilmuwan senior dari EWG, Johanna Congleton, ini menjadi masalah karena cat kuku yang dipasarkan untuk wanita dan gadis remaja diduga mengandung endocrine disruptor. Endocrine disruptor adalah istilah untuk zat yang dapat mengganggu hormon alami dalam tubuh manusia. Jika sistem endokrin terganggu, maka dapat memengaruhi kesuburan hingga metabolisme tubuh. 

Penelitain terbaru lainnya menunjukkan bahwa TPHP juga bisa menyebabkan peningkatan berat badan hingga obesitas. TPHP diduga digunakan sebagai bahan cat kuku agar cat lebih fleksibel dan tahan lama. 

Tidak hanya itu, berikut ini merupakan bahaya cat kuku bagi kesehatan yang perlu diwaspadai, diantaranya :

  • Ganguan mata, berupa iritasi atau kerusakan pada mata.
  • Gangguan sistem saraf, dengan gejala mengantuk, gangguan keseimbangan, koma, halusinasi, kejang, sulit berjalan hingga penurunan kesadaran. 
  • Gangguan paru-paru, seperti kesulitan bernapas dan sesak napas.
  • Gangguan jantung dan sirkulasi darah, dengan gejala sakit pada dada dan detak jantung tidak beraturan.
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan sakit perut.
  • Gangguan saluran kemih dan ginjal, berupa buang air kecil yang berlebihan.

Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut setelah menggunakan cat kuku, maka segeralah minta bantuan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Hindari penggunaan cat kuku saat hamil

Penggunaan produk kosmetik saat hamil, termasuk cat kuku, harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Pasalnya, gangguan kesehatan juga bisa dialami janin dalam kandungan. Toluena disebut-sebut dapat memicu timbulnya kelainan bawaan pada bayi dan mengganggu sistem sarafnya. 

Tidak hanya itu, ibu hamil juga harus cermat dalam memilih penghapus cat kuku. Pilihlah penghapus cat kuku yang tidak mengandung aseton. Terpapar aseton dalam dosis tinggi dengan jangka waktu yang lama memungkinkan dapat menyebabkan gangguan perkembangan dan cacat lahir. 

Cara Meminimalisir Bahaya Cat Kuku Bagi Kesehatan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir bahaya cat kuku bagi kesehatan, seperti diantaranya adalah :

  1. Cermat dalam memilih cat kuku yang mengandung bahan-bahan yang aman.
  2. Hindari meniup cat kuku saat mengeringkannya, karena dengan meniup kuku yang diwarnai kemungkinan besar Anda akan menghirup bahan kimia yang terkandung pada cat kuku tersebut.
  3. Rentangkan tangan Anda sejauh mungkin dari tubuh saat mengeringkan cat kuku.
  4. Buka jendela dan pintu sebelum menggunakan cat kuku.
  5. Setelah selesai menggunakan dan menghapus cat kuku, jangan lupa untuk mencuci t angan dengan air dan sabun untuk memastikan tidak ada bahan kimia yang tersisa.

By Sri Maryati - Kesehatan Kamis, 28 Desember 2017 11:13:19

Related Post :
Manfaat
Memanfaatkan Kebaikan Kacang Edamame…

Kacang edamame atau disebut…

Penyakit
Gejala Dry Socket Dan…

Anda tengah mengalami rasa…

Manfaat
Mengetahui Manfaat dan Bahaya…

Mainan squishy saat ini…

Penyakit
Ketahui Perbedaan Antara Flu…

Tentu anda sudah mengetahui…

Tips
Tips Menghilangkan Bau Mulut…

Cara dan tips menghilangkan…

Kesehatan
Mengenal Gejala Dan Penyebab…

Gejala dan penyebab komedo…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Asam urat dan ginjal lemah

    0 Balasan

    Kesehatan

    [7/3, 20:35] iifirly: Malam mas..boleh tanya? [7/3, 20:35] iifirly: Btw...apakah dgn minum qnc ini bdn kita sakit sakit? [7/3, 20:36] iifirly: Sy kan menderita asam urat akut dan lemah ginjal…

  • Keputihan

    1 Balasan

    Kesehatan

    Saya nyeri pinggang dan kadang suka keluar keputihan yg agak coklat samar dan berbentuk cair

  • Usus turun

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apa Ciri - ciri usus turun dan d bagian mana terdapat rasa sakit jika mengalami usus turun

  • anemia

    1 Balasan

    Kesehatan

    permisi, saya sering pusing , mual dan lemas. bahkan terkadang sampai sesak nafas. wajah sayapun sering terlihat pucat. apakah benar saya mengidap penyakit anemia?

  • Bisa kah tuli telinga ringan sembuh dengan jelly gamat...boleh saya minta testimoni nya

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apakah tuli telinga ringan sebelah kiri bisa sembuh dengan jelly gamat gold... Boleh kah saya minta kirim kan testimoni pemakai jelly gamat yg sudah sembuh???


Kesehatan
Nyeri Pada Payudara? Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Berikut adalah penyebab nyeri pada…

Kesehatan
Cara Tepat Menggunakan Daun Sirih Untuk Atasi Mata Buram

Berikut ini cara tepat menggunakan…

Kesehatan
Wajib Tahu! Gejala HIV Ini Hanya Timbul pada Wanita

Sebenarnya tidak adak perbedaan gejala…

Kirim Pertanyaan
Top