Menstrual Cup Solusi Alternatif selain Pembalut saat Haid

Share dan Tag Temanmu di :

Haid atau menstruasi merupakan merupakan sikluas alami yang terjadi pada wanita. Umumnya siklus ini akan terjadi setiap sekitar 4 minggu, dimuali sejak hari pertama menstruasi sampai hari pertama menstruasi berikutnya tiba. Walaupun begitu, tidak semua wanita mengalami siklus yang sama. 

Saat sedang menstruasi, wanita akan mengalami pendarahan dari vagina selama kira-kira 2 hari sampai 1 minggu dengan volume darah rata-rata sekitar 30-70 milimeter. Untuk mengatasi kondisi tersebut, biasanya wanita akan menggunakan alat bantu pembalut untuk menampung darah yang keluar. 

Namun, selain pembalut, saat ini juga telah banyak berbagai jenis alat pembantu menstruasi yang bisa digunakan, salah satunya yaitu menstrual cup. Keberadaan menstrual cup saat ini memang tengah menjadi perbincangan di sejumlah kalangan. Tak sedikit pula yang mulai menggunakannya secara rutin. 


Di Indonesia sendiri, menstrual cup masih jarang digunakan saat hai. Selain penggunaannya yang tidak semudah penggunaan pembalut, nyatanya masih banyak juga yang tidak mengetahui kegunaan silikon penampung cairan haid ini.

Walaupun begitu, menstrual cup bisa jadi solusi alternatif selain pembalut saat haid yang bisa digunakan. Produk berbahan dasar silikon atau karet lateks ini dianggap lebih hemat dan ramah lingkungan daripada pembalut atau tampon. Alat ini juga bisa baertahan sampai 10 tahun penggunaan. Sehingga banyak wanita yang tertarik untuk mecoba dan beralih dari pembalut ke menstrual cup. 

Apa itu menstrual cup ?

Menstrual cup adalah alat kesehatan yang berbentuk seperti corong minyak, dengan ukuran lebih kecil dan terbaut dari silikon berbahan aman untuk tubuh. Berbeda dengan pembalut atau tampon yang menyerap darah haid, menstrual cup justru menampung dan mengumpulkan darah haid di dalam wadah.

Sebenarnya menstrual cup bukalah barang baru. Produk ini telah ditemukan sejak tahun 1930-an. Saat itu, benda ini kurang terkenal dan kalah populer dibandingkan dengan produk lainnya. 

Memasuki tahun 1978, popularitas menstrual cup ini menanjak dan wanita-wanita di Amerika Serikat mulai menggunakannya. Berbagai jensi bahan dasarnya lantas dibuat, mulai dari karet hingga silikon. 

Untuk penggunaannya, sebelum atau menjelang siklus haid, menstrual cup dimasukkan ke bagian mulut vagina. Penggunaan alat bantu haid ini sepintas serupa seperti menggunakan cincin vagina atau alat konstrasepsi sejenis. 

Setelah terpasang, wadah menstrual cup akan teruka dan menampung darah haid yang keluar. Anda tidak perlu khawatir akan kebocoran, karena menstrual cup dilengkapi dengan segel antibocor. 

Beberapa jenis menstrual cup bersifat sekali pakai, namun sebagian besar dapat digunakan kembali setelah dibersihkan. Adapun cara untuk  membersihkannya, yaitu dengan membuang darah haid yang telah tertampung terlebih dahulu, kemudian cuci menstrual cup dengan sabun dan air mengalir. Setelah itu, menstrual cup perlu disterilkan dengan merendamnya di air yang mendidih. 

Apakah menstrual cup aman digunakan saat haid ?

dr. Jennifer Wider, seorang ahli kesehatan, menyebutkan bahwa menstrual cup memang bisa digunakan lebih lama dari tampon atau pembalut. Namun, saat alat ini sudah mencapai suklus maksimalnya, maka harus tetap dikeluarkan. Selain itu, menstrual cup juga berisiko menyebabkan Toxic Shock Syndrome (TSS). Kondisi ini disebabkan oleh Staphylococcus aureus atau bakteri penghasil racun yang dapat tumbuh dalam darah menstruasi, sehingga rentan terjadi infeksi jika penggunanya tidak menjaga kebersihan dengan baik.

Menurut dr. Wider, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa iritasi vagina lebih sering terjadi pada wanita yang menggunakan menstrual cup dibandingkan dengan tampon. Maka dari itu, pengguna harus memasukkan dan mengeluarkan cawan dengan tangan bersih. Selain itu, sanitasi juga harus baik dan dapat dilakukan dengan membilas cawan serta merebusnya dalam panci yang berisi air mendidih.

By Sri Maryati - Kewanitaan Sabtu, 07 April 2018 10:58:36

Related Post :
Penyakit
Penyakit Infekasi Lambung Gejala…

Penyakit infeksi lambung beserta…

Penyakit
Waspadai Bahaya Dan Komplikasi…

Berikut adalah berbagai bahaya…

Manfaat
Efek Samping dan Manfaat…

Efek samping dan manfaat…

Tips
Tips Sehat Agar Anak…

Tips sehat agar anak…

Penyakit
Berbagai Penyebab Impetigo Dan…

Berbagai penyebab impetigo krustosa…

Tips
Tips Sehat untuk Mencegah…

Sinusitis merupakan inflamasi atau…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • mengapa haid tidak lancar setelah melahirkan?

    1 Balasan

    Kewanitaan

    Sore dok, saya merupakan seorang wanita menikah berusia 25 tahun. 5 bulan ke belakang saya baru melahirkan anak pertama saya. Namun yang mau saya tanyakan, mestruasi saya kini tidak lancar,…

  • timbul benjolan disekitar miss V

    1 Balasan

    Kewanitaan

    Selamat pagi, Baru beberapa hari ini saya mengetahui jika terdapat benjolan di sekitar miss V. benjolannya agak kecil dan terasa perih. apakah itu akan berbahaya ? bagaimana cara mengatasinya ?…

  • Mengapa Siklus Haid Tidak Teratur?

    1 Balasan

    Kewanitaan

    Pagi bu bidan, Saya merupakan wanita yang sudah menikah dan saya memakai alat kontrasepsi suntik Kb sudah hampir 5 bulan. Pada bulan pertama dan kedua, siklus haid saya lancar. Namun…

  • Vagina Terasa Sakit Setelah Berhungan Bersama Suami

    1 Balasan

    Kewanitaan

    Siang dok, saya merupakan pasangan baru menikah 2 bulan yang lalu. Namun semenjak pertama kali berhubungan dengan suami hingga sekarang, sedudah itu vagina saya sering kali nyeri dan juga kram.…

  • darah haid menggumpal tanda penyakit apa ?

    1 Balasan

    Kewanitaan

    darah haid saya menggumpal sebesar ibu jari kurang lebih itu pertanda penyakit apa ya ? saya takut tidak bisa punya anak


Kewanitaan
Kewanitaan
Mewaspadai Risiko Penyakit Kanker Vagina pada Wanita

Sama halnya seperti organ lainnya,…

Kewanitaan
Ini Bahaya Memakai Sabun Pembersih Kewanitaan

Berikut ini bahaya memakai sabun…

Kirim Pertanyaan
Top