Hati-Hati! Penyakit Ini Mengintai Wanita Setelah Menopause

Share dan Tag Temanmu di :

Setelah menupause merupakan saat-saat tersulit bagi wanita. Hal ini disebabkan karena ada banyak penyakit yang mengintai hingga waktu menopause tiba, yang disebabkan karena berkurangnya estrogen, yaitu hormon yang sangat penting untuk wanita terutalam reproduksi. 

Estrogen melindungi sejumlah sistem dalam tubuh, seperti otak, kulit, vagina, tulang, dan jantung. Ketika estrogen tersebut dibuang, maka akan terjadi penuaan yang mendalam pada seluruh sistem dalam tubuh, terutama hati dan tulang. 

Sayangnya, banyak sekali wanita yang tidak meperhatikannya dan bahkan mengacuhkannya. Maka tak heran jika ada banyak penyakit yang bisa menyerang setelah menopause. Apa sajakah itu ?


Berikut ini merupakan beberapa jenis penyakit yang mengintai wanita setelah menopause yang perlu diwaspadai, yaitu diantaranya :

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah

Estrogen yang diproduksi ovarium sebelum menopause memberikan perlindungan yang kuat untuk jantung. Hal tersebut meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat, melebarkan pembuluh darah sehingga memperlancar aliran darah dan mencegah tekanan darah tinggi. 

namun, ketika kadar estrogen menurun setelah menupause, risiko mengidap penyakit jantung akan semakin meningkat. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada pria ataupun wanita. Jadi, penting untuk melakukan latihan secara rutin, mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga berat badan normal.

  • Nyeri sendi

Kepadatan tulang mencapai puncaknya di usia 20-an tahun. Setelah itu, kepadatan tulang akan berangsur menurun saat usia mulai beranjak 30-an tahun. Memasuki masa menopause dan seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang akan semakin berkurang dan akhirnya dapat mengakibatkan keropos tulang yang meningkatkan risiko retak dan patah tulang

Menurut North American Menopase Society, sendi yang kaku dan pegal juga akan terjadi seiring dengan penuaan, namun keluhan ini cenderung dialami oleh orang paca menopause. Inflamasi yang disebabkan oleh perubahan hormon bisa menjadi penyebabnya. 

Estrogen memiliki efek antiinflamasi, sehingga ketika tubuh kekurangan estrogen, ada respon inflamasi yang lebih besar. Hubungan antara estrogen dan inflamasi telah dinyatakan dalam studi, sehingga terapi penggantian hormon akna dapat meringankan nyeri sendi. 

  • Infeksi saluran kemih (ISK)

Estrogen memainkan peran yang cukup besar pada sistem kandung kemih, dengan mempertahankan elastisitas jaringan dan memperkuat sel-sel dinding kandung kemih untuk mencegah bakteri keluar. Jadi, ketika estrogen berkurang, maka Anda mungkin akan mengalami gejala kencing tertentu, termasuk risiko lebih tinggi dari ISK. Sebuah studi di tahun 2013 dari Washington University School of Medicine, menegaskan bahwa ISK lebih umum terjadi setelah menopause, dengan 1/4 wanita mengalami infeksi berulang. 

  • Diabetes

Risiko diabetes ternyata meningkat, terutama pada wanita yang mengalami menopause sebelum usianya 46 tahun atau setelah usianya 55 tahun. Estrogen yang rendah dapat meningkatkan resisten insulin (kondisi insulin tidak lagi bekerja dengan semestinya) dan memicu hasrat untuk terus makan yang akan berakibat pada kenaikan berat badan dan memungkinkan untuk terkena diabetes.


  • Penyakit autoimun

Wanita lebih mungkin terkena penyakit autoimun dibandingkan dengan pria. Selain itu, wanita yang telah menopause juga sangat rentan terkena penyakit yang satu ini. Meskipun penyebab penyakit autoimun ini belum jelas, namun peneliti dalam jurnal Expert Review of Obstetrics and Gynecology menungkapkan jika risiko penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, tiroiditis, dan scleroderma berkembang setelah menopause. Wanita memiliki 2 kromosom X. Jika ada kromosom X yang tidak sempurna dapat membuat wanita lebih rentan untuk terkena penyakit ini. 

  • Hepatitis C

Para peneliti dari Montefiore Medical Center dan Albert Einstein College of Medical di New York, menemukan bahwa wanita yang terjangkit hepatitis C persisten (yang berlangsung selama 6 bulan atau lebih), merupakan wanita pasca menopause. 

Para ahli menduga bahwa estrogen dapat melindungi tubuh dari kerusakan hati yang dapat menyebabkan masuknya virus kronis, sehingga jika kita kehilangan estrogen kita akan kehilangan perlindungan itu, dan virus dapat melakukan lebih banyak kerusakan.

  • Sleep apnea

Menurut Dr. Pinkerton, peneliti dari Winconsin Sleep Cohort Study, sleep apnea cukup biasa terjadi pada wanita setelah menopause. Lebih lanjut dijelaskan bahwa hampir 90% wanita justru tidak terdiagnosis. Tidak seperti pria, wanita mungkin tidak memiliki tanda-tanda gangguan tidur seperti mendengkur atau sesak karena napas terasa berhenti misalnya. Wanita justru mengalami gejala seperti insomnia, mudah lelah, depresi, dan cemas. 

  • Inkontinensia urin

Ketika jaringan vagina dan uretra kehilangan elastisitas, maka Anda mungkin akan sering mengalami dorongan kuat untuk buang air kecil secara tiba-tiba. Hal itu biasanya diikuti dengan keluarnya urin tanpa kendali atau inkontinensia urin, atau keluarnya urin saat batuk, tertawa, atau mengangkat sesuatu (stress inkontinensia).

  • Atrofi vagina

Tanpa estrogen, Anda dapat mengalami penipisan, pengeringan, dan radang pada dinding vagina, atau disebut sebagai atrofi vagina. Gejala yang terjadi termasuk vagina terasa panas, gatal, dan seks terasa menyakitkan, ditambah lagi urgensi buanga irkecil dan buang air kecil terasa menyakitkan. 

  • Penyakit gusi

Karena kadar estrogen menurun selama satu dekade pasca menopause, maka wanita cenderung akan kehilangan tulang, termasuk gigi. Hal tersebut dapat berisiko tinggi untuk penyakit gusi yang parah, dan dapat kehilangan gigi jika tidak diobati. Menurut penelitian, kadar estrogen yang lebih rendah dapat menyebabkan perubahan inflamasi pada tubuh yang dapat menyebabkan radang gusi, suatu keadaan awal penyakit gusi. 

By Sri Maryati - Penyakit Kamis, 07 Juni 2018 11:46:19

Related Post :
Ibu Hamil
Dampak Dan Bahaya Mendengkur…

Dampak dan bahaya mendengkur…

Penyakit
Bahaya Kesemutan (Kebas) Pada…

Kesemutan (kebas) adalah kondisi…

Kesehatan
Cara Tepat Untuk Mengatasi…

Berikut adalah beberapa langkah…

Penyakit
Mengetahui Prosedur Operasi Usus…

Berikut adalah informasi jenis…

Kesehatan
Inilah Penyebab Mengapa Tubuh…

Ketahui beragam penyebab tubuh…

Penyakit
Perhatikan ! Ini Bedanya…

Informasi tentang perbedaan sakit…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Sakit telinga

    1 Balasan

    Penyakit

    Assalamualaikum. Saya mau tanya, telinga kanan saya terasa sakit beberapa menit setelah bersin dan saat menguap kayak ada getaran. Itu sakit apa yah?? Terima kasih

  • Varikokel

    -1 Balasan

    Penyakit

    Saya mau tanya apakah obat walatra gamat emas kapsul baik untuk penyakit varikokel? Apakah khasiat qnc jelly gamat dn walatra gamat kapsul itu sama ya? Sekian terimakasih

  • Verikokel

    1 Balasan

    Penyakit

    Selamat siang pak..sy mw bertanya Pak untuk verikokel biasanya lbh baik konsumsi ace maxs ato qnc jellygamat? Sy pernah baca, ada yg merekomendasikan 2 obat itu. Dan biasanya tanda bahwasanya…

  • Pengobatan Herbal penyakit Guilline Barre Syndrom

    1 Balasan

    Penyakit

    Assalamu'alaikum, Bapak saya usia 67 tahn sejak desember 2017 terkena penyakit GBS (Guiiline Barre Syndrom) dan sampai saat ini masih lumpuh dari kaki sampai pinggang. Mohon saran untuk pengobatan ini.…

  • Cara mengobati bisul yg sedang pecah

    1 Balasan

    Penyakit

    Maaf mas/mba, saya mau nanya bagaimana caranya untuk mengobati bisul yg sedang pecah dan tindakan individual apa yg harus dilakukan saat bisul sedang pecah dan sudah pecah, terima kasih


Penyakit
Jenis-Jenis Tes Untuk Mendiagnosa Penyakit Asma

Untuk menguatkan diagnosis terhadap penyakit…

Penyakit
Penyebab Gejala Neuropati Perifer dan Pengobatannya

Penyebab gejala neuropati perifer dan…

Penyakit
Ketahui Beberapa Gejala yang Menyertai Penyakit Migrain

Migrain biasnaya menyerang pengderita dengan…

Kirim Pertanyaan
Top