Nafsu Makan Naik Turun saat Stres? Ini Penyebabnya!

Share dan Tag Temanmu di :

Padatnya aktivitas, kerjaan yang menumpuk, masalah dalam keluarga, atau hal lainnya tidak jarang membuat seseorang stres. Hal ini memang wajar terjadi dan bisa dialami oleh siapapun. Walaupun begitu, Anda harus tetap pintar mengelola stres agar tidak berlarut-larut dan akhirnya menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan fisik ataupun mental. 

Ada banyak hal yang bisa menjadi pelampiasan ketika stres, salah satunya adalah makanan. Ketika sedang stres, terkadang nafsu makan hilang, meskipun makanan yang disajikan adalah makanan favorit Anda. Namun, bagi sebagian orang, stres yang timbul justru bisa membuat mereka jadi makan lebih banyak dari biasanya. Bagaimana stres bisa memengaruhi nafsu makan seseorang ?


Penyebab Nafsu Makan Naik Turun saat Stres

Pernahkah Anda merasakan nafsu makan meningkat secara tiba-tiba saat sedang stres ? Ya, banyak yang mengaku jika mereka banyak makan akibat stres, namun ada juga yang justru mengurangi makan. Hal ini wajar terjadi, karena stres  memicu pelepasan hormon yang kemudian mengarah pada peningkatan nafsu makan. 

Ketika stres, bagian otak yang disebut dengan hipotalamus melepaskan hormon kortikotropin, yang berfungsi untuk menekan nafsu makan. Otak juga mengirimkan pesan ke kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal untuk mengeluarkan hormon epinefrin atau sering dikenal sebagai hormon adrenalin lebih banyak.

Hormon epinefrin inilah yang membantu memicu respon tubuh untuk menunda makan. Inilah salah satu hubungan stres dan makanan yang bisa dialami oleh siapapun. 

Namun, jika stres yang dialami tetap bertahan atau terus berlanjut, maka hal ini akan berbeda lagi ceritanya. Kelenjar adrenal melepaskan hormon lain yang disebut kortisol, dan hormon ini yang akan memilki efek untuk meningkatkan nafsu makan dan juga meningkatkan motivasi secara keseluruhan, termasuk motivasi untuk makan. 

Tingkat hormon kortisol dan kadar insulin dalam tubuh yang tinggi akhirnya bisa meningkatkan hormon ghrelin atau disebut juga dengan hunger hormone yang berperan untuk memberikan sinyal ke otak untuk makan dan menyimpan kalori serta lemak lebih efektif. Oleh karena itu, peningkatan hormon ini bisa membuat orang sulit untuk menurunkan berat badannya, dan bahkan berat badan bisa semakin bertambah. 

Perlu diketahui, selain memicu kenaikan nafsu makan, hormon kortisol juga memengaruhi distribusi lemak ke seluruh tubuh. Tingginya kortisol membuat kontribusi lemak menumpuk di perut. Kondisi ini seperti diketahui dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. 

Namun sebaliknya, jika ada orang yang stres kemudian tidak mau makan, maka itu berarti hormon yang dikeluarkan saat stres menekan rasa lapar dan akhirnya nafsu makan pun menurun. Hal ini memang tergantung bagaimana tubuh merespon stres yang sedang dialami. Jadi, bisa saja stres menyebabkan nafsu makan naik turun. 

Kondisi nafsu makan naik turun saat stres ini akan berdampak pada berbagai kondisi tubuh. Ketika tubuh tidak cukup makan atau kebutuhan zat gizinya tidak terpenuhi, maka kadar gula darah bisa meningkat. Peningkatan ini yang akan menimbulkan perubahan suasana hati, kelelahan, penurunan konsentrasi, dan dampak negatif lainnya. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu terjadinya hiperglikemia. Hiperglikemia yang tidak ditangani dan dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai komplikasi dalam jangka panjang seperti penyakit jantung, diabetes melitus tipe 2, kerusakan saraf, kerusakan ginjal, dan lain-lain. 

Lalu, apa yang harus dilakukan ?

The Harvard Mental Health Letter, menyarankan, jika stres membuat Anda menjadi tidak nafsu makan, ataupun membuat nafsu makan bertambah dari biasanya, cobalah lakukan meditasi, olahraga, dan dapatkan dukungan sosial dari keluarga, teman, atau kerabat, yang sangat baik untuk mengekang stres. Selain itu, melakukan perawatan diri yang konstan, diet sehat, dan membicarakan hal-hal yang  mengganjal di hati Anda dengan seorang terapis, juga dapat membuat Anda merasa jauh lebih baik lagi. 

By Sri Maryati - Kesehatan Senin, 25 Juni 2018 13:54:23

Related Post :
Tips
Tips Dan Cara Mudah…

Tips dan cara menghilangkan…

Kesehatan
Mengenal Manfaat Berkebun untuk…

Meskipun bisa membuat tangan…

Kesehatan
Diagnosis Kecanduan Alkohol Dan…

Pada kasus kecanduan alkohol…

Penyakit
Diabetes Tipe 2 Gejala…

Diabetes secara umum terbagi…

Penyakit
Penyebab Gejala dan Jenis-jenis…

Penyebab gejala dan jenis-jenis…

Kesehatan
Pilihan Menu Sahur yang…

Agar penyakit maag tidak…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Asam urat dan ginjal lemah

    1 Balasan

    Kesehatan

    [7/3, 20:35] iifirly: Malam mas..boleh tanya? [7/3, 20:35] iifirly: Btw...apakah dgn minum qnc ini bdn kita sakit sakit? [7/3, 20:36] iifirly: Sy kan menderita asam urat akut dan lemah ginjal…

  • Keputihan

    1 Balasan

    Kesehatan

    Saya nyeri pinggang dan kadang suka keluar keputihan yg agak coklat samar dan berbentuk cair

  • Usus turun

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apa Ciri - ciri usus turun dan d bagian mana terdapat rasa sakit jika mengalami usus turun

  • anemia

    1 Balasan

    Kesehatan

    permisi, saya sering pusing , mual dan lemas. bahkan terkadang sampai sesak nafas. wajah sayapun sering terlihat pucat. apakah benar saya mengidap penyakit anemia?

  • Bisa kah tuli telinga ringan sembuh dengan jelly gamat...boleh saya minta testimoni nya

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apakah tuli telinga ringan sebelah kiri bisa sembuh dengan jelly gamat gold... Boleh kah saya minta kirim kan testimoni pemakai jelly gamat yg sudah sembuh???


Kesehatan
Menu Makanan Sehat Untuk Penderita Stroke

Menu makanan sehat untuk penderita…

Kesehatan
Bahaya Terlalu Sering Makan Mie Instan

Mie instan merupakan salah satu…

Kesehatan
Diagnosis Kecanduan Alkohol Dan Pengobatannya

Pada kasus kecanduan alkohol pemeriksaan…

Kirim Pertanyaan
Top