Bahaya Abu Vulkanik Letusan Gunung Agung Bagi Kesehatan

Share dan Tag Temanmu di :

Gunung Agung yang berada di Pulau Bali kembali meletus dan menyebabkan timbulnya hujan abu vulkanik di beberapa daerah di Kabupaten Karangasem, Bali, terutama di kawasan desa Bangli. 

Penyebaran abu vulkanik di udara ini menyebabkan Bandara Ngurahrai sempat di tutup selama beberapa waktu. Walaupun begitu, masyarakat diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas. Hal ini disebabkan karena bukan hanya mengganggu pemandangan, abu vulkanik letusan gunung Agung juga bisa meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. 


Lalu, apa itu abu vulkanik ?

Abu vulkanik atau disebut juga pasir vulkanik merupakan bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus. Abu vulkanik halus berukuran kurang dari 2 mikrometer. 

Partikel-partikel kecil tersebut mudah terbawa angin dan berisiko mengganggu pernapasan. Hampir semua material abu vulkanik ini memiliki sifat korosif dan iritan yang mudah mengiritasi organ tubuh. Beberapa organ tubuh yang dinilai rawan terkena abu vulkanik adalah saluran pernapasan, kulit, mukosa, dan mata. 

Karena hal tersebutlah, terdapat beberapa masalah kesehatan sering kali timbul akibat abu vulkanik letusan gunung. Berikut ini merupakan bahaya abu vulkanik bagi kesehatan yang perlu diwaspadai, diantaranya adalah :

  • Peradangan saluran pernapasan atas

Udara yang tercemar abu vulkanik bisa menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan bagian atas, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga trakea. Gejala yang timbul akibat kondisi ini berbeda-beda pada setiap individu, mulai dari iritasi hidung, batuk, nyeri tenggorokan, sampai suara serak. 

Peradangan saluran pernapasan atas ini bisa terjadi pada segala usia. Namun, bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia merupakan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.

  • Gangguan paru-paru kronik

Dalam jangka panjang, komponen mineral dalam abu vulkanik yang terhirup bisa tetap berada di jaringan paru-paru dan merusak sel paru atau pneumosit. Medis menyebut kondisi ini sebagai silikosis. 

Silikosis termasuk dalam kelompok penyakit pneumonitis, yang disebabkan oleh adanya partikel dalam paru. Partikel ini akan mengakibatkan rusaknya jaringan paru dan membentuk jaringan parut yang membuat terganggunya kemampuan paru untuk mengembang. Akibatnya, penderita akan mengalami kesulitan bernapas. 

  • Trauma inhalasi

Umumnya abu vulkanik, terutama sesaat setelah terjadi letusan, masih berada dalam suhu panas. Saat terhirup, abu panas tersebut dapat menimbulkan pembengkakan pada saluran pernapasan (edema) sampai tersumbat. Kondisi ini disebut dengan trauma inhalasi.

Jika hal ini terjadi dan tidak segera diatasi, maka penderita akan merasa sesak napas, batuk, terdengar mengi, hingga gagal napas. 

  • Kambuhnya alergi dan asma

Bagi mereka yang mengidap penyakit asma atau mengalami alergi tertentu, menghirup abu vulkanis dapat mengakibatkan gejala alergi dan asma lebih sering kambuh. Ketika kondisi tersebut kambuh, maka yang terjadi adalah rasa sesak napas, dada terasa berat, suara napas terdengar mengi, dan batuk. 

Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi hujan abu vulkanik letusan gunung Agung ini agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan ?

Hal yang paling penting dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit akibat abu vulkanik ini, yaitu dengan menggunakan masker khusus untuk menangkal abu, yaitu jenis N95, P2 atau N100. 

Selain itu, gunakan juga baju yang tertutup untuk menyiasati agar abu tidak langsung bersentuhan dengan kulit. Selain masker dan baju, Anda juga disarankan untuk menggunakan kacamata untuk mencegah iritasi abu pada mata. 

Hindari keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Tutup pintu dan seluruh jendela rumah. Hal ini dapat memperkecil masuknya abu vulkanik ke dalam rumah. Tidak hanya itu, selalu cuci semua bahan makanan sebelum makan. Hal ini bertujuan agar bahan makanan benar-benar bersih dari abu vulkanik yang mungkin menempel. 

By Sri Maryati - Kesehatan Kamis, 05 Juli 2018 10:43:35

Related Post :
Kesehatan
Hati-hati! Ternyata Kurang Tidur…

Ternyata insomnia atau kurang…

diet
Mengenal Diet Nordik ala…

Ada banyak jenis diet…

Kesehatan
Mengenal Penyakit Kudis Serta…

Apakah anda tahu apa…

Alami
Obat Darah Tinggi Alami…

Obat darah tinggi alami…

Kulit
Gatal Di Wajah Karena…

Gatal di wajah karena…

Kesehatan
Menyegarkan! Inilah Berbagai Resep…

Selain menyegarkan, berbagai resep…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Asam urat dan ginjal lemah

    1 Balasan

    Kesehatan

    [7/3, 20:35] iifirly: Malam mas..boleh tanya? [7/3, 20:35] iifirly: Btw...apakah dgn minum qnc ini bdn kita sakit sakit? [7/3, 20:36] iifirly: Sy kan menderita asam urat akut dan lemah ginjal…

  • Keputihan

    1 Balasan

    Kesehatan

    Saya nyeri pinggang dan kadang suka keluar keputihan yg agak coklat samar dan berbentuk cair

  • Usus turun

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apa Ciri - ciri usus turun dan d bagian mana terdapat rasa sakit jika mengalami usus turun

  • anemia

    1 Balasan

    Kesehatan

    permisi, saya sering pusing , mual dan lemas. bahkan terkadang sampai sesak nafas. wajah sayapun sering terlihat pucat. apakah benar saya mengidap penyakit anemia?

  • Bisa kah tuli telinga ringan sembuh dengan jelly gamat...boleh saya minta testimoni nya

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apakah tuli telinga ringan sebelah kiri bisa sembuh dengan jelly gamat gold... Boleh kah saya minta kirim kan testimoni pemakai jelly gamat yg sudah sembuh???


Kesehatan
Kesehatan
Lakukan Hal Berikut Bila Tidak Ingin Terkena Artritis

Tidak ingin terkena artritis? cobalah…

Kesehatan
Alasan Mengapa Calon Jamaah Haji Harus Vaksin Meningitis

Melakukan Vaksinasi merupakan hal yang…

Kirim Pertanyaan
Top