Waspada! Metode Cuci Dry Cleaning Bisa Picu Timbulnya Kanker

Share dan Tag Temanmu di :

Metode dry cleaning mungkin terdengar cukup asing. Akan tetapi, bagi Anda yang sering menggunakan jasa laundry pasti sudah mengetahui istilah tersebut. Dry cleaning merupakan metode mencuci pakaian atau bahan tertentu tanpa menggunakan air sama sekali, dimana prosesnya menggunakan bahan kimia dan teknik tertentu. 

Berbagai jenis pelarut digunakan dalam proses mencuci dry cleaning, ini bertujuan untuk membersihkan kain. Menurut State Coalition for Remediation of Drycleaners (SCRD), bahan pelarut tersebut terdiri dari bensin, minyak tanah, benzena, terpentin, dan minyak bumi yang pada padasanya tidak hanya mudah terbakar tetapi juga bisa menimbulkan bahaya. 

Metode cuci dry cleaning ini biasanya dilakukan untuk membersihkan pakaian berbahan lembut seperti gaun, jas, dan lain-lain. Dry cleaning diyakini sebagai metode alternatif mengingat air bisa merusak beberapa jenis kain tertentu, seperti wol, kulit, dan sutra. Mencuci dengan mesin cuci juga bisa menimbulkan kerusakan pada kancing, renda, payet, dan hiasan halus yang terdapat pada pakaian. Beberapa organisasi kesehatan dan lingkungan menilai bahan pelarut perkloretila (perc) yang biasa digunakan dalam metode dry cleaning bisa menyebabkan kanker. Benarkah demikian ?


Hubungan Metode Cuci Dry Cleaning dengan Penyakit Kanker

Seperti yang disebutkan sebelumnya, dry cleaning memiliki kandungan perchloroethylene yang diketahui berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Risiko gangguan kesehatan akibat penggunaan kandungan berbahaya ini cukup sering terjadi. 

Paparan perchloroethylene bisa terjadi ketika seseorang memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin, memindahkan pakaian sebelum seluruh siklus pengeringan selesai, membersihkan sisa serat atau tempat 'perangkap' kancing (button trap), mengganti filter, atau ketika melakukan perawatan pada mesin. 

Selain para pekerja yang bersentuhan langsung, para pengguna pakaian yang dibersihkan dengan metode cuci dry cleaning juga bisa merasakan efek sampingnya. Efek tersebut misalnya pusing, mengantuk, kehilangan koordinasi, kehilangan memori ringan, hingga kulit melepuh. 

Selain itu, ada pula risiko lainnya, yaitu terjadinya jenis kanker tertentu. Pada tahun 2012, Environment Protection Agency (EPA) mengklarifikasikan jika perc sebagai kemungkinan penyebab karsinogen pada manusia. Paparan zat kimia yang berkepanjangan telah dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker.

Pada siaran pers EPA yang dilakukan pada tahun 2012 lalu, studi menunjukkan adanya hubungan antara paparan perc dengan beberapa jenis kanker, khususnya kanker kandung kemih, limfoma, limfoma non-Hodgkin, dan multiple myeloma. Bahkan di tahun yang sama, berdasarkan bukti dari data epidemiologi dan penelitian pada hewan lembaga ini menemukan perc sebagai sumber karsinogen.

Bahaya paparan perc ini tidak hanya menyebar melalui pakaian, tetapi juga dari udara atau tanah. Berdasarkan penjelasan EPA, paparan perc dalam jangka pendek atau menghirupnya dalam jumlah yang tinggi selama rentang waktu singkat bisa berdampak menyebabkan pusing, sakit kepala, dan kehilangan kesadaran. 

Sedangkan dalam jangka panjang, paparan perc bisa meningkatkan risiko kanker. Hal ini menempatkan pekerja dry cleaning dan orang-orang yang tinggal di dekat toko laundry dalam posisi yan terancam. Risiko tinggi tersebut mungkin saja terus meningkat seiring dengan meningkatkan popularitas metode pencucian dry cleaning. 

Selain meningkatkan risiko kanker, metode cuci dry cleaning ini juga bisa menyebabkan timbulnya kerusakan pada sistem saraf pusat, hati, ginjal, dan paru-paru. 

Setelah mengetahui risiko metode cuci dry cleaning  bisa picu kanker, kita diharapkan untuk lebih waspada. Dampak negatif ini memang tidak akan langsung terjadi seketika. Mungkin dampak penggunaan metode cuci dry cleaning ini akan menimbulkan bahaya tersebut di kemudian hari. 

Meskipun sedikit merepotkan, akan tetapi metode cuci konvensional akan lebih baik untuk menghindari risiko kanker. Selain itu, pilihlah jasa laundry yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya untuk menghindari risiko terburuk.

By Sri Maryati - Kesehatan Rabu, 01 Agustus 2018 11:16:02

Related Post :
Penyakit
Gejala Penyebab Dan Cara…

Pilek ialah infeksi ringan…

Penyakit
Waspadai Sakit Maag Penyebab…

Jika terus dibiarkan dan…

Kesehatan
Makanan Yang Tidak Boleh…

Tidak semua jenis makanan…

Kesehatan
Tanda Berikut Tunjukan Anda…

Menjalani diet bukanlah hal…

Tips
Cara Menambah Berat Badan…

Tips dan cara menambah…

Manfaat
Kebaikan dan Manfaat Daging…

Mengetahui kandungan nutrisi lengkap…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Asam urat dan ginjal lemah

    1 Balasan

    Kesehatan

    [7/3, 20:35] iifirly: Malam mas..boleh tanya? [7/3, 20:35] iifirly: Btw...apakah dgn minum qnc ini bdn kita sakit sakit? [7/3, 20:36] iifirly: Sy kan menderita asam urat akut dan lemah ginjal…

  • Keputihan

    1 Balasan

    Kesehatan

    Saya nyeri pinggang dan kadang suka keluar keputihan yg agak coklat samar dan berbentuk cair

  • Usus turun

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apa Ciri - ciri usus turun dan d bagian mana terdapat rasa sakit jika mengalami usus turun

  • anemia

    1 Balasan

    Kesehatan

    permisi, saya sering pusing , mual dan lemas. bahkan terkadang sampai sesak nafas. wajah sayapun sering terlihat pucat. apakah benar saya mengidap penyakit anemia?

  • Bisa kah tuli telinga ringan sembuh dengan jelly gamat...boleh saya minta testimoni nya

    1 Balasan

    Kesehatan

    Apakah tuli telinga ringan sebelah kiri bisa sembuh dengan jelly gamat gold... Boleh kah saya minta kirim kan testimoni pemakai jelly gamat yg sudah sembuh???


Kesehatan
Dampak Negatif Rutin Konsumsi Kopi Instan Bagi Kesehatan

Kopi instan memang dapat memberikan…

Kesehatan
Kesehatan
Mengetahui Perbedaan Osteoarthritis dan Osteoporosis

Meskipun memiliki kesamaan, ternyata penyakit…

Kirim Pertanyaan
Top