Harus Tahu! Inilah Panduan Sukses Menyusui Terbaru Menurut WHO

Share dan Tag Temanmu di :

Asupan gizi, terutama ASI merupakan salah satu faktor yang penting dalam pertumbuhan bayi, terutama pada 3 bulan pertama. Memang tidak diragukan lagi jika ada banyak manfaat ASI bagi bayi, sehingga menjadi makanan terbaik untuk bayi.

Proses menyusui sering kali memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi para ibu baru. Lancar tidaknya proses menyusui bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik fisik ataupun psikologis. 


Lalu, bagaimana caranya agar sukses menyusui ?

Walaupun proses menyusui tidak mudah, bukan berarti hal ini tidak bisa dilakukan. Mengingat bahwa mendapatkan ASI merupakan hak semua bayi. Perlu diketahui, ternyata sukses tidaknya proses menyusui diawali dari klinik atau rumah sakit tempat ibu melahirkan. 

Perlakukan pertama kali petugas kesehatan pada bayi begitu dilahirkan untuk mendapatkan ASI pertamanya akan menentukan keberhasilan pemberian ASI selama 2 tahun kedepan. Dan berikut ini merupakan panduan sukses menyusui menurut WHO yang harus ibu ketahui, diantaranya :

  • Jangan salah pilih rumah sakit atau klinik bersalin

Jika ibu memiliki akses luas terhadap rumah sakit bersalin, maka alangkah baiknya memilih rumah sakit yang mendukung ASI. Maksudnya, rumah sakit ini tidak mendukung pemberian susu formula untuk bayi, kecuali pada bayi-bayi dengan kasus tertentu. 

Akan lebih baik lagi jika rumah sakit tersebut sudah menerapkan praktik pelayanan laktasi yang sesuai dengan standar, jika perlu memiliki konsultan laktasi. Ibu bisa mengetahui dari rekam jejak rumah sakit tersebut. Biasanya ini banyak diceritakan oleh para ibu melalui forum-forum kehamilan.

  • Dokter dan staf rumah sakit yang sabar dan terlatih

Biasanya pada kesempatan pertama, tidak semua ibu bisa langsung memberikan ASI. Maka dari itu, kesabaran dan dukungan dari tenaga medis di rumah sakit sangat penting. Biasanya hanya tenaga medis, baik dokter ataupun perawatan yang sudah mendapatkan pelatihan tentang laktasi yang mampu melakukan ini. 

  • Persiapan memberikan ASI sejak perawatan antenatal

Ibu harus melakukan persiapan jauh-jauh haru agar proses menyusui bisa sukses. Jika perlu, persiapan ini bis adilakukan ketika kehamilan pertama kali diketahui. Selama perawatan antenatal, rumah sakit tempat ibu melakukan cek kehamilan harus memberikan informasi mengenai pentingnya ASI dan bagiaman persiapan yang harus dilakukan secara cukup. Agar nantinya produksi ASI menjadi lebih lancar. 

  • Lakukan inisiasi menyusu dini

Ini merupakan langkah pertama praktik menyusui secara langsung. Ketika bayi lahir, langsung lakukan kontak kulit antara bayi dan ibunya, tanpa membersihkan bayi terlebih dahulu. Perawat bisa membantu meletakkan bayi di dada ibu, dan ia akan belajar menghisap puting untuk pertama kalinya. Umumnya, waktu yang diperlukan antara 45 menit sampai bayi menemukan puting ibunya. 

  • Berikan suplemen ASI

Jika diperlukan, ibu bisa mendapatkan suplementasi agar ASI yang keluar cukup. Akan tetapi, jika ASI tetap tidak mencukupi meskipun sudah diberikan suplementasi, maka terlebih dahulu prioritaskan donor ASI. Namun, pilihlah donor yang benar-benar aman. Cari tahu latar belakang dan riwayat kesehatan ibu pendonor. 

  • Batasi penggunaan dot, botol susu, dan empeng

Semakin sering payudara diisap, maka ASI yang keluar akan semakin banyak. Maka tidak seharusnya bayi diberikan empeng atau dot, meskipun isinya adalah ASI. Cara terbaik untuk memberikan ASI yaitu dengan menyusui secara langsung. 

  • Dukungan terus-menerus untuk ibu

Mengingat memberikan ASI pertama kali tidaklah mudah, maka dukungan dari suami, keluarga, dan petugas kesehatan sangat penting. Petugas seharusnya rutin mengecek apakah posisi bayi saat menyusu, pelekatan puting, dan cara bayi menghisap sudah benar. 

  • Rawat Gabung

Rawat gabung merupakan salah satu kunci sukses menyusui. Di beberapa rumah sakit, praktik ini sudah dilakukan. Dengan rawat gabung, maka ibu bisa menyusui kapan pun saat bayi lapar. Bahkan jika bayi harus di rawat di inkubator karena sakit, ibu tetap bisa mendapinginya setiap saat.

  • Respons cepat

Rumah sakit seharusnya bisa memberikan respons cepat saat bayi lapar dan tidak membatasi waktu untuk bayi menyusu. 

  • Tetap memberikan ASI di rumah

Ibu diharapkan untuk tetap meneruskan praktik pemberian ASI yang sudah diajarkan di rumah sakit setelah keluar dari rumah sakit. Sebaiknya ibu juga ikut komunitas-komunitas laktasi, agar kemampuan menyusui semakin lihai dan bisa segera menemukan solusi jika terjadi masalah. 

By Sri Maryati - Ibu Dan Anak Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45:15

Related Post :
Tips
Cara Mudah Hindari Mabuk…

Bagi Anda yang tengah…

Penyakit
Diagnosa Terhadap Pankreatitis akut…

Diagnosa terhadap pankreatitis akut…

Ibu Hamil
Hindari Makanan Penyebab Keguguran…

Untuk para ibu hamil…

Penyakit
Penyebab Penyakit Alzheimer Dan…

Penyebab penyakit alzheimer sampai…

Tips
Cara Mudah Membuat Bawang…

Ternyata membuat bawang hitam…

Manfaat
Manfaat Femmilove Untuk Mengatasi…

Berikut adalah khasiat dan…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Penghilang rasa perih pada luka bakar yang melepuh pada bayi

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Cara menghilangkan rasa perih pada luka bakar yang melepuh dan berair pada balita umur 7 bulan?

  • Susu formula

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Dok saya ibu dari bayi berumur 6 bulan, dan saya beri asi perah dan susu formula sejak dari 1 bulan, susu formula nya bebelove 1 sejak awal bayi saya tdak…

  • Vaksin rubella

    0 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Apakah boleh anak yg sedang terkena amandel stadium 3 ,ikut suntik vaksin MR?

  • Susah buang air besar

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Susah bab

  • susah buang air besar pada anak

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Selamat siang, Anak saya saat ini baru berusia 10 bulan dan sudah beberapa hari ini buang air besarnya tidak lancar. Saya khawatir kondisi ini terjadig lama dan bisa membahayakan kondisi…


Ibu Dan Anak
Penyebab Mimisan Pada Anak Dan Cara Mengatasinya Yang Tepat

Berikut adalah berbagai penyebab mimisan…

Ibu Dan Anak
Apakah Susu Kental Manis Sehat Untuk Anak?

Apakah susu kental manis sehat…

Ibu Dan Anak
Anak Susah Makan ? Jangan Berikan Makanan Ini Bunda !

Anak sulit makan menjadi masalah…

Kirim Pertanyaan
Top