Jenis Kurang Gizi yang Sering Dialami Anak Usia Sekolah

Share dan Tag Temanmu di :

Masalah gizi merupakan hal yang sangat kompleks dan penting untuk segera diatasi. Terutama karena Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki permasalahan gizi paling lengkap. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa masalah gizi di Indonesia cenderung terus meningkat, tidak sebanding dengan beberapa negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Asupan gizi yang cukup memang harus selalu diperhatikan, terutama bagi anak-anak khususnya anak usia sekolah. Anak usia sekola (6-12) sangat memerlukan makanan penuh zat gizi untuk menunjang kebutuhan dan perkembangannya. Namun ternyata, masih ada beberapa anak yang justru mengalami kekurangan zat gizi, khusunya kekurangan zat gizi mikro. 

Zat gizi mikro adalah zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil namun memilki dampak yang sangat besar dalam menjalankan metabolisme. Dalam berita yang dimuat dalam laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anak-anak memiliki 3 masalah utama kekurangan gizi, yaitu kekurangan zat besi, vitamin A, dan yodium. 


Walaupun sekarang 3 masalah tersebut sudah mulai membaik, namun para orang tua harus tetap waspada. SErta ada satu lagi yang sekarang ini juga harus selalu dipantau, yaitu kekurangan vitamin D. 

Untuk mengetahui lebih banyak, berikut ini merupakan jenis kurang gizi yang sering dialami anak usia sekolah yang perlu diketahui dan diwaspadai, yaitu diantaranya :

  • Kurang yodium

Kekurangan yodium atau iodium merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara berkembang. Yodium adalah salah satu zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi hormon tiroid. 

Ketika tubuh mengalami kekurangan yodium, maka kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran untuk menangkap yodium sebanyak-banyaknya dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pembesaran kelenjar tiroid dikenal dengan istilah gondok.

Tubuh tidak bisa memproduksi yodium sendiri, sehingga sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung yodium. Beberapa jenis makanan yang mengandung yodium diantaranya yaitu seperti ikan, rumput laut, telur, udang, serta susu dan produk susu lainnya. 

Secara alamiah, makanan sehari-hari memang tidak begitu banyak mengandung yodium. Di beberapa negara, yodium dimasukkan ke dlaam bahan tambahan pangan, salah satunya garam dapur. Di Indonesia sendiri yodium ditambahkan dalam garam dapur untuk menanggulangi permasakan kurang yodium yang biasa disebut dengan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI).

Tidak hanya itu, kondisi kekurangan yodium yang semakin parah bisa menyebabkan keterbelakangan mental dan kelainan perkembangan pada anak-anak yang disebut dengan kreatinisme. Anak mungkin memiliki perawatan pendek dan mengalami gangguan kemampuan mendengar dan berbicara. 

  • Kekurangan vitamin D

Kurang vitamin D termasuk salah satu jenis kurang gizi yang harus diperhatikan pada anak dalam masa pertumbuhan. Pasalnya, kekurangan vitamin D pada masa ini sangat berbahaya bagi pertumbuhan. 

Vitamin D sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang. Selain itu, vitamin ini juga yang membantu penyerapan dan mempertahankan kalsium serta fosfor dalam tubuh agar bisa membangun tulang yang kuat. 

Jika anak kekurangan vitamin D, maka ia berisiko mengalami perkembangan motorik yang tertunda atau terhambat, terjadi kelemahan otot, dan patah tulang.

Anak-anak yang memiliki risiko kekurangan vitamin D diantaranya adalah anak yang biasanya kulitnya selalu tertutup, memiliki kelainan organ tertentu seperti penyakit hati atau ginjal, serta anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah sheingga tidak mendapatkan banyak paparan sinar matahari. 

 Selain sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari beberapa jenis makanan, seperti keju, kuning telur, dan hati sapi. 

  •  Kurang vitamin A

WHO menyebutkan bahwa sekitar 85 juta anak usia sekolah di dunia mengapami kekurangan vitamin A, dan ini merupakan masalah yang sering dihadapi oleh negara-negara di Afrika dan Asia Tenggara. 

Kekurangan vitamin A merupakan penyebab utama kebutaan pada anak-anak yang bisa dicegah. Jenis kurang gizi ini juga mengakibatkan timbulnya gangguan fungsi kekebalan tubuh, metabolisme zat besi yang buruk, serta infeksi saluran pernapasan akut. 

Sangat penting untuk mengatasi kekurangan vitamin A demi kelangsungan hidup anak. Begitu pentingnya vitamin A, bahkan di beberapa naegara termasuk Indonesia memberikan suplemen vitamin A pada anak, bahkan sejak usia 6 bulan. Selain itu, vitamin A juga bisa didapatkan dari berbagai sumber makanan, seperti diantaranya telur, hati, ikan, sayuran, minyak ikan, susu yang diperkaya vitamin A, dan margarin yang diperkaya vitamin A.

  • Kurang zat besi

Organisasi Kesehatan Dunai (WHO) memperkirakan sekitar 53% anak usia sekolah mengalami anemia defisiensi besi secara global. Khususnya pada negara berkembang. Besi berfungsi untuk membawa oksigen ke semua sel-sel tubuh agar bisa bekerja dengan baik. 

Anemia defisiensi besi merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan zat besi sehingga terjadi penurunan jumlah sel darah merah. Anemia defisiensi besi memberikan dampak yang parah terhadap perkembangan kognitif dan fisik anak. 

Studi menunjukkan, dengan jumlah besi yang cukup di dalam tubuh anak, maka anak akan mengalami peningkatan konsentrasi, kinerja di sekolah, dan prestasi belajarnya. 

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, anemia defisiensi besi pada anak berusia di atas 5 tahun hingga remaja disebabakan oleh perdarahan berlebih, dan menstruasi berlebihan khusus pada anak perempuan. Kondisi perdarahan bisa disebabkan karena adanya infeksi cacing, misalnya cacing tambang. 

Beberapa gejala anemia defisiensi besi yang paling sering timbul yaitu berupa lemas, mudah lelah, kulit pucat, nafsu makan berkurang, menurunnya prestasi belajar, serta mudah mengalami infeksi karena menurunnya dara yahan tubuh. 

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Karena Anda bisa memenuhi asupan zat besi anak dengan memberinya makanan sumber zat besi, seperti ikan, hati, bayam, tempe, brokoli, daging sapi, daging ayam, dan kacang-kacangan seperti almond dan mete. 

Untuk membantu menoptimalkan penyerapan zat besi dari sumber makanan nabati seperti bayam, brokoli, dan lain-lain, juga diperlukan vitamin C yang cukup untuk membantu penyerapannya didalam tubuh.

Nah, itulah beberapa jenis kurang gizi yang sering dialami oleh anak usia sekolah. Setelah mengetahui informasi tersebut, kini Anda harus lebih memperhatikan berbagai asupan gizi anak untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya. Semoga bermanfaat.

By Sri Maryati - Ibu Dan Anak Selasa, 30 Oktober 2018 10:56:26

Related Post :
Kesehatan
Segera Tinggalkan! Ini Bahaya…

Segera tinggalkan! ini bahaya…

Manfaat
Kandungan Dan Manfaat Kacang…

Manfaat kacang panjang untuk…

Tips
Cara Menggunakan Lensa Kontak…

Cara menggunakan lensa kontak…

Kesehatan
Obat Alami Menghilangkan Keloid…

Obat alami menghilangkan keloid…

Manfaat
Jangan Sepelekan! Ini Manfaat…

Tidak hanya daging buahnya,…

Obat Kimia
Acarbose Obat Untuk Penderita…

Acarbose Obat Untuk Penderita…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Penghilang rasa perih pada luka bakar yang melepuh pada bayi

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Cara menghilangkan rasa perih pada luka bakar yang melepuh dan berair pada balita umur 7 bulan?

  • Susu formula

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Dok saya ibu dari bayi berumur 6 bulan, dan saya beri asi perah dan susu formula sejak dari 1 bulan, susu formula nya bebelove 1 sejak awal bayi saya tdak…

  • Vaksin rubella

    0 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Apakah boleh anak yg sedang terkena amandel stadium 3 ,ikut suntik vaksin MR?

  • Susah buang air besar

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Susah bab

  • susah buang air besar pada anak

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Selamat siang, Anak saya saat ini baru berusia 10 bulan dan sudah beberapa hari ini buang air besarnya tidak lancar. Saya khawatir kondisi ini terjadig lama dan bisa membahayakan kondisi…


Ibu Dan Anak
Bayi Sering Berkeringat Dingin? Waspadai Penyebab Dibaliknya!

Berikut adalah berbagai penyebab bayi…

Ibu Dan Anak
Kenali Gejala Penyakit DBD Pada Anak

Mengenali gejala penyakit DBD pada…

Ibu Dan Anak
Masalah yang Sering Timbul saat Anak Tumbuh Gigi

Pada tahap pertumbuhan gigi, biasanya…

Kirim Pertanyaan
Top