Tips Cara Merawat Bayi Baru Lahir Sendiri Agar Tetap Sehat

Share dan Tag Temanmu di :

Merawat bayi baru lahir bukanlah perkara yang mudah. Butuh kecermatan dan kehati-hatian dalam merawatnya. Jika anda baru menjadi seorang ibu atau seorang ayah, pastinya berbagai pertanyaan kerap kali timbul. Seperti misalnya 'berapa kali bayi harus di mandikan dalam sehari?' 'kenapa bokong bayi sering kali berwarna merah?' Dan masih banyak lagi pertanyaan yang lainnya. Dan apabila kini anda di hadapkan dengan hal yang serupa, anda bisa mendapatkan jawabannya dengan menyimak ulasan penting  mengenai informasi tips cara merawat bayi baru lahir sendiri agar tetap sehat berikut ini, yang akan kami informasikan secara lengkap untuk anda.


Banyak orang tua terlebih mereka yang baru memiliki anak, sering kali kebingungan dalam merawat bayi yang baru lahir. Mungkin anda dari jauh hari telah melakukan persiapan untuk menyambut kehadiran sang buah hati, akan tetapi tetap saja anda memerlukan penyesuaian besar karena peran anda yang baru menjadi orang tua. Dan beberapa hal di bawah ini wajib di perhatikan saat merawat bayi baru lahir.

  • Berikan ASI secara teratur

ASI merupakan salah satu makanan terbaik bagi bayi. Di dalamnya terkandung colostrum serta zat-zat penting lainnya yang bagus untuk imunitas serta tumbuh kembang bayi. Memberikan ASI pada bayi yang baru lahir mungkin akan sangat sering. Umumnya bayi harus di beri asi 8-15 kali. Hal tersebut di sebabkan kapasitas perut bayi yang masih kecil. Saat malakukannya, usahakan untuk melakukannya dengan posisi bergantian agar anda juga dapat merasa nyaman.

  • Menjaga kebersihan dan keamananan bayi

Menjaga kebersihan bayi dapat meliputi badan, pakaian dan tempat tidur bayi. Menjaga kebersihan badan bayi dapat di lakukan dengan cara memandikan atau menyeka bayi dua kali sehari. Sebelum tali pusar terlepas, di anjurkan untuk memandikan bayi menggunakan spons. Selain itu, gunakan produk-produk khusus bayi yang berkualitas dan juga aman, mulai dari sabun, shampo, bedak hingga tissue basah. Sedangkan untuk pakaian, pastikan di cuci terlebih dahulu sebelum di pakai. Cuci pakaian bayi dengan menggunakan detergen khusus bayi karena tidak dapat meninggalkan residu di pakaian yang menjadi penyebab iritasi pada kulit, yang nantinya dapat menjadi pemicu timbulnya masalah penyakit kulit pada bayi. Pastikan juga kamar tidurnya bersih serta di lengkapi dengan ventilasi udara yang sempurna.

Selain itu, jagalah kebersihan anda sebelum memegang atau  atau menggendong bayi baru lahir. Cuci tangan terlebih dalu sebelum melakukan kontak dengan bayi, sehingga mereka dapat terhindar dari berbagai jenis kuman. Anda juga sangat di tekankan pada saat menggendong bayi baru lahir untuk perhatikan pegangan anda yang terfokus pada bagian kepala dan juga leher bayi. Hindari pula mengguncang-guncang tubuh bayi saat membangunkannya, karena dapat menyebabkan pendarahan di otak.

  • Mengganti popok bayi

Salah satu perawatan bayi baru lahir yang sering kali di anggap susah adalah memasang popok. Anda patut segera mengganti popok atau baju bayi jika terlihat lembab. Anda mungkin akan mengganti popok hingga 10 kali dalam sehari. Hal tersebut tergantung dengan asupan yang di terima oleh bayi. Pada umumnya, bayi yang di berikan susu formula sejak lahir akan memiliki frekuensi kencing lebih sering di banding dengan bayi yang di berikan ASI.

Sementara, bayi yang baru lahir akan buang air besar setelah satu atau dua hari setelah kelahirannya.  Adapun kotoran bayi yang baru lahir adalah mekonium berwarna hitam. Mekonium sendiri terdiri dari lendir, air ketuban, dan segala sesuatu yang di telan bayi saat berda dalam janin. Jangan lupa juga untuk membersihkan anus dan juga bokong bayi sehabis buang air kecil ataupun buang air besar.

  • Merawat tali pusat bayi baru lahir

Tali pusat akan terlepas dengan sendirinya dalam kurun waktu 4 hari hingga 1 bulan. Mearawat tali pusat sendiri merupakan hal yang cukup sulit bagi ibu baru. Namun intinya, merawat tali pusat adalah harus menjaga kebersihannya agar dapat terhindar dari resiko infeksi. Dan berikut cara merawat tali pusat bayi yang benar.

- Pastikan tali pusat dan daerah sekitarnya selalu kering dan juga higienis, agar terhindar dari infeksi jamur.

- Hindarkan tali pusat dari kotoran atau air kencingnya

- Berilah perhatian secara khusus pada tali pusat  dengan cara mensterilkan tali pusat menggunakan kasa yang di basahi alkohol 70% dari pangkal k bagian ujungnya. Kemudian bungkus dengan kasa yang di basahi alkohol dengan rapi.
Lakukan hal ini hingga tali pusat kering dan terputus dengan sendirinya.

  • Cermat dalam memilih kosmetika bayi

Kosmetika bayi sangatlah banyak. Mulai dari baby bath, baby shampo, baby oil, baby lotion, baby powder, baby cream, baby cologne, serta hair lotion. Sebenarnya tidak sepenuhnya di perlukan untuk bayi sehingga bijaksanalah dalam memilih produk bayi. Apapun mereknya, gunakan produk yang telah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Akan tetapi, jika bayi bereaksi negatif saat di pakaikan kosmetika tertentu, seperti timbul bercak merah di kulit dan sebagianya, maka hentikan penggunaan produk tersebut karena kondisi tersebut di sinyalit akibat alergi pada kandungan kosmetika tersebut.

  • Menjaga kehangatan bayi

Bayi harus selalu ada dalam kondisi hangat. Hal itu di sebabkan karena bayi memerlukan masa penyesuaian setelah beberapa bulan berada dalam rahim bu yang hangat. Untuk menjaga kehangatan tubuhnya anda bisa memakaikan bedong bayi, sarung tangan dan kaki serta topi. Namun pemakaian gurita untuk menghangatkan bayi tidak sepenuhnya benar. Karena penggunaan gurita pada bayi justru menyiksa bayi yang membuatnya susah untuk bernapas. Namun jika bunda berniat menggunakannya pada bayi, usahakan untuk tidak mengikatnya terlalu kencang.

  • Perhatikan kuku bayi

Kuku bayi yang baru lahir sangatlah lembut dan tipis, sehingga membuat para orangtua tidak tega unuk memotongnya. Namun, demi menjaga kesehatan si kecil yang terkadang suka memasukan tangannya ke dalam mulut serta agar kukunya tidak melukai kulitnya yang lembuit, maka sebaiknya anda memotong kukunya dengan alat khsus pemotong kuku bayi.

  • Mengatasi kegiatan yang di benci bayi

Kebanyakan dari bayi tidak menyukai acar lepas baju, mandi, keramas di beri tetes obat mata atau tetes obat hidung, yan pada akhirnya mereka akan menagis dengan begitu kencangnya. Untuk mengatasinya, coba lakukan beberapa kegiatan tersebut dengan cepat dan juga hati-hati. Setelah itu, alihkan perhatian bayi dengan mengajaknya bercakap-cakap, memberi pelukan atau ciuman atau menyusuinya.

  • Ritual tidur

Bayi yang baru lahir umumnya memiliki total waktu tidur hingga 16 jm selama sehari., dengan tidur yang gelisah dan juga di selingi dengan bangun. Namun, setelah usia 5 minggu bayi akan memiliki pola tidur tetap yaitu tidur lebih awal di malam hari, serta terbangun 1-2 kali di tengah malam. Ritual tidur akan membantu bayi tidur lebih cepat dan juga berkualitas. Tahapannya yitu dengan memandikan bayi menggunakan air hangat yang telah di tetesi baby bath, pijat bayi menggunakan baby oil ataupun lotion khususu bayi, dan ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya.

  • Kenali penyakit bayi baru lahir

Beberapa gejala sakit pada bayi, yang sering kali menjadi penyakit langganan bayi baru seperti kolik, ruam popok, hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur, serta demam pasca imunisasi sering kali terjadi. Saat mengalaminya bayi pasti akan mengalami rewel serta tangis yang tidak biasanya. Pada saat itu segera cari tahu penyebaba dan juga segera atasi. Jika si kecil mengalami ruam popok, maka segera buka popoknya bersihkan dan biarkan dia tanpa popok (diangin-angin) untuk sementara waktu. Jika bayi mengalami gangguan kesehatan berupa hidung mampet, infeksi mata serta demam pasca imunisasi, anda dapat mengantisipasinya dengan menggunakan obat resep dokter. adapun kolik yang umnya tidak dapat di sebuhkan dapat di atasi dengan membuatnya nyaman seperti di ayun-ayun, di susui atau di usap bagian perutnya.

Nah, itulah beberapa tips cara merawat bayi baru lahir sendiri agar tetap sehat. Semoga tips ini dapat membantu anda dalam merawat si kecil di rumah secara mandiri tanpa adanya bantuan pembantu atau baby siter sekalipun.

By Nida Saripah - Ibu Dan Anak Selasa, 18 Oktober 2016 14:54:38

Related Post :
Kesehatan
Ternyata Inilah Alasan Mengapa…

Meskipun bukan termasuk penyakit,…

Obat Kimia
Dosis Obat Anti Inflamasi…

Dosis Obat Anti Inflamasi…

Penyakit
Diagnosis Dan Pengobatan Kanker…

Diagnosis dan pengobatan kanker…

Kesehatan
Dampak Negatif Terlalu Sering…

Mengonsumsi obat warung dalam…

Kesehatan
Waspada DNA Babi Ditemukan…

BPOM belakangan ini telah…

Obat Cina
Manfaat Fufang Ejiao Jiang…

Manfaat Fufang Ejiao Jiang…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan


  • Vaksin rubella

    0 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Apakah boleh anak yg sedang terkena amandel stadium 3 ,ikut suntik vaksin MR?

  • Susah buang air besar

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Susah bab

  • susah buang air besar pada anak

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Selamat siang, Anak saya saat ini baru berusia 10 bulan dan sudah beberapa hari ini buang air besarnya tidak lancar. Saya khawatir kondisi ini terjadig lama dan bisa membahayakan kondisi…

  • Manfaat faksin untuk bayi dan balita

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Dok, saya mau bertanya sebenarnya apa sih manfaat vaksin untuk bayi maupun balita? bagaimana jika anak ketinggalan salah satu vaksin, apa vaksin selanjutnya ganda atau bagaimana?

  • cara mengatasi luka memar pada kulit anak

    1 Balasan

    Ibu Dan Anak

    Dok, anak saya sekarang berusia 1 tahun dan sudah mulai belajar untuk berjalan. anak saya sering sekali terjatuh, sehingga ada beberapa luka memar warna biru keunguan di kulitnya. adakah cara…


Ibu Dan Anak
Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Cara Merawat Kulit Bayi Baru…

Ibu Dan Anak
Waspada Asap Rokok Bisa Menginfeksi Paru-Paru Anak

Kebiasaan merokok yang sering dilakukan…

Ibu Dan Anak
Gejala Dan Diagnosis Autisme Pada Anak

Memiliki anak dengan autisme memang…

Kirim Pertanyaan
Top