Diagnosis Dan Pengobatan Milia

Share dan Tag Temanmu di :

Diagnosis Dan Pengobatan Milia

Secara umum gejala yang ditimbulkan oleh munculnya milia dapat dilihat dari penampakan fisik berupa munculnya benjolan kecil yang menyerupai jerawat yang berwarna putih atau putih kekuningan. Namun secara medis, untuk mendiagnosis milia atau melihat gejala munculnya milia dapat diketahui melalui tindakan biopsi untuk diambil sampel pada kulit yang terkena milia. Tindakan biopsi ini biasanya dilakukan dengan cara melubangi kulit atau mengikisnya dengan menggunakan alat khusus. Setelah dilakukan pengambilan sampel kulit, pihak medis akan melakukan uji laboratorium. Dengan prosedur seperti ini maka akan diketahui apa yang sebenarnya terjadi pada kulit Anda agar dapat dilakukan pengobatan yang tepat sesuai hasil diagnosis.


Pengobatan Milia

Milia memang tidak menimbulkan resiko yang membahayakan dan dapat menghilang dengan sendirinya meski dalam kurun waktu yang cukup lama yakni bisa mecapai lebih dari satu bulan apalagi milia yang menyerang usia dewasa. Penderita milia pada anak-anak atau dewasa membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pada penderita bayi sampai menghilang, namun kondisi ini umumnya tetap bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Namun jika milia tidak kunjung menghilang dalam periode yang telah disebutkan apalagi jika milia kemudian terinfeksi, atau menyebar luas dianjurkan untuk melakukan konsultasi pada dokter khususnya ahli dermatologis agar mendapatkan penanganan khusus. 

Ada beberapa macam pengobatan yang biasa dilakukan oleh ahli medis untuk menghilangkan milia diantaranya, yang pertama dengan cara deroofing, pengobatan milia ini dilakukan dengan menggunakan jarum steril yang bertujuan untuk mengeluarkan isi milia dari lapisan dermis kulit. Meski cara ini mudah dan dapat dilakukan sendiri namun sangat tidak dianjurkan karena ada teknis khusus agar tidak terjadi kerusakan pada kulit. 

Pengobatan cara kedua adalah cryotherapy, yakni melalui proses pembekuan. Cara ini merupakan cara yang paling sering dan banyak digunakan untuk menghancurkan milia. Proses pembekuan dianggap ampuh menghilangkan milia yang muncul bergerombol. Cara ketiga yakni dengan ablasi laser, perawatan dengan menggunakan bantuan sinar laser in memiliki tujuan yang sama dengan cryotherapy yakni untuk menghancurkan milia namun dengan alat yang berbeda. Dengan cara seperti ini protein atau keratin yang terperangkap dalam lapisan dermis kulit dapat hancur. 

Cara selanjutnya dapat dilakukan melalui proses diathermy yakni proses penghancuran milia dengan menggunakan panas yang ekstrim. Meski ampuh namun diathermy jarang digunakan karena dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi kulit, apalagi jika yang terserang milia adalah bagian wajah. Panas yang ekstrim dapat merusak jaringan kulit yang akan menimbulkan kerutan pada wajah. 

By Ana Rediana - Kulit Rabu, 16 November 2016 15:37:48

Related Post :
Kesehatan
Gejala Depresi Dan Cara…

Depresi merupakan suasana hati…

Kesehatan
Manfaat Terapi Bekam Untuk…

Manfaat terapi bekam untuk…

Kesehatan
Penyebab dan Tips Atasi…

Berikut ini merupakan penyebab…

Kesehatan
Makanan Sehat Untuk Penderita…

Berikut adalah berbagai jenis…

Daun
Khasiat Dan Manfaat Daun…

Berikut adalah khasiat dan…

Manfaat
Nutrisi Pada Sagu Mengandung…

kandungan nutrisi dan manfaat…

Anda harus menjadi member untuk memberikan komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar

Diskusi Terkait
Kirim Pertanyaan



Kulit
Kulit
6 Penyebab Munculnya Mata Panda Dan Cara Mengatasinya!

Penyebab munculnya mata atau lingkaran…

Kulit
Wajib Tahu! Bahan Alami Ini Bisa Bantu Atasi Kanker Kulit

Apakah Anda sedang mencari solusi…

Kirim Pertanyaan
Top