Hitrocepalus


Rina

By Rina
Sabtu, 18 Februari 2017 19:35:56

Pemasangan shut di kepala kiri kanan baik tidak



Diane Rosse A.Md.Keb
Admin

By Diane Rosse A.Md.Keb
Rabu, 29 Maret 2017 15:37:09

Halo, Rina.

Mohon maaf sebelumnya, mungkin yang Anda maksud disini adalah pemasangan shunt pada penderita hidrosefalus.

Hidrosefalus merupakan suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan pada volume cairan serebra\ospinal (cerebrospinal fluid / CSF). Peningkatan volume ini disebabkan karena gangguan penyerapan atau produksi yang berlebihan. Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel didalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak disekitarnya. Jika tidak segera ditangani, maka tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.

Penyakit hidrosefalus bisa dialami oleh segala usia, namun kasus ini sebagian besar terjadi pada bayi dan lansia. Segera periksakan bayi, kerabat, atau diri Anda sendiri ke dokter jika melihat atau merasakan gejala-gejala hidrosefalus. Terutama pada bayi yang menderita hidrosefalus bawaan, jika ditangani dengan tepat, dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi, seperti gangguan koordinasi, epilepsi, gangguan penglihatan, penurunan daya ingat, kesulitan belajar, gangguan berbicara, serta sulit berkonsentrasi dan perhatian mudah teralih.

Untuk pengobatan utama hidrosefalus adalah melalui operasi. Tujuannya adalah untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal didalam otak. Salah satu jenis operasi yang biasa diterapkan adalah operasi pemasangan shunt.

Shunt merupakan alat khusus yang berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah ke dalam kepala guna mengalirkan cairan otak ke bagian tubuh lain dan diserap oleh pembuluh darah. Bagi tubuh yang sering dipilih sebagai rute aliran cairan serebrospinal adalah rongga perut. Shunt dilengkapi dengan katup yang berfungsi untuk mengendalikan aliran cairan, sehingga keberadaan serebrospinal didalam otak tidak surut terlalu cepat.

Shunt yang dipasangkan pada bayi dan anak-anak umumnya perlu diganti seiring pertumbuhan agar sesuai dengan fisik mereka yang makin besar. Diperkirakan sebanyak dua kali prosedur pemasangan shunt akan dilakukan pada anak-anak sebelum mereka menginjak usia 10 tahun.

Meskipun terbukti efektif dalam menangani hidrosefalus, namun bukan tidak mungkin prosedur ini dapat menimbulkan efek samping di kemudian hari. Pada operasi pemasangan shunt, efek samping yang mungkin timbul biasanya disebabkan oleh kerusakanatau penyumbatan pada alat itu sendiri. Ini merupakan hal yang wajar, karena shunt merupakan alat yang terbuat dari materi berbahan lembut yang rentan terhadap kendala.

Infeksi juga relatif umum terjadi, terutama pada beberapa bulan setelah operasi. Gejala infeksi setelah pemasangan shunt meliputi mual, sakit kepala, leher kaku, demam, dan nyeri disekitar jalur shunt. Pada anak-anak, mereka akan sering mengantuk atau rewel. Jika infeksi tidak terlalu parah, maka dokter biasanya hanya akan meresepkan antibiotik. Namun, jika mengkhawatirkan, operasi penggantian shunt kemungkinan akan dilakukan.

Terkadang shunt yang dipasang tidak berada di posisi yang tepat dan tentu saja hal ini dapat menimbulkan masalah. Pada anak-anak, terutama bayi, pemosisian shunt yang salah dapat membuat cairan serebrospinal merembes ke bagian sisi selang tersebut. Apabila mereka memiliki luka di kulit, cairan itu akan keluar melalui luka tersebut. Pemosisian shunt di dalam kepala harus dilakukan secara hati-hati. Jika tidak, dapat menimbulkan efek samping, seperti perdarahan, gangguan saraf, atau kejang.

Informasi lengkapnya, silahkan lihat di Pengobatan Hidrosefalus dan Efek Sampingnya.

Semoga informasi tersebut bisa membantu.



Balas Pertanyaan


Kirim Pertanyaan
Top